Feeds:
Pos
Komentar

Sumber Kesaksian: John Winata (Jawaban.com)
Mujizat pasti dialami oleh mereka yang hidup di dalam Tuhan. Demikian keyakinan John Winata. Setelah mengalami kecelakaan dasyat yang nyaris merenggut nyawanya, ia mengalami mujizat kesembuhan. Peristiwa itu akhinya membawa John kembali kepada Tuhan dan melayani-Nya. Berikut kisahnya.

John Winata mulai aktif di reli (rally) sejak tahun 1987 sampai tahun 1994. Awal ketertarikannya dengan reli adalah karena faktor pergaulan. Pada tahun 1980-1986, John sering mengikuti kompetisi motor-cross dan beralih ke reli tahun 1987.

Pada tahun 1991, John pindah ke Jakarta untuk melanjutkan karier di dunia reli. Namun, ia merasa tidak maksimal secara prestasi, sehingga ia memilih menjadi manager tim pada tahun 1994. Pada tahun 1995-1997, ia pun menjadi manager pereli nasional Tonny Hardyanto (Impressa Motorsport) dan pada saat bersamaan, ia menjabat sebagai Dirut Impressa Motorsport.

Pergaulan dalam dunia reli mobil membuatnya terjerumus dalam dunia perjudian, tepatnya judi kasino. Kebiasaannya itu terutama bila ia bepergian ke luar negeri dalam rangka kompetisi reli, seperti saat diadakannya World Rally Championship di Perth, Australia.

John Winata: Sampai sekarang pun di Indonesia ini kan memang nggak ada kasino ya. Tapi, karena di negara orang ada kasino, ya jadi pengen tahu. Malam pertama sudah di kasino, malam kedua di kasino, malam terakhir, masih di kasino juga. Jadi, kurang tidur. Akhirnya, saya dengan teman saya yang menyupiri saya itu sama-sama nggak tidur. Akhirnya, kita berangkat mau kerja ngurusin reli, di situ fisik kita hari terakhir sudah down. Teman saya itu mengatakan kalau capek, tidur aja. Saya tidur, saya nggak tau apa-apa. Jadi, di dalam mobil, semenjak berangkat, saya tuh tidur.

Perjudian kasino itu pula yang akhirnya membawa petaka bagi dirinya. Pada tanggal 18 September 1994, jam 6 pagi waktu Perth, John dan seorang teman mengalami kecelakaan mobil. Saat itu, teman John mengendarai mobil dalam keadaan mabuk dan mengantuk. Mobil yang mereka kendarai terbalik sebanyak 8 kali dan menabrak pohon.

Bila melihat kondiri mobil, rasanya mustahil John dan temannya dapat selamat. Demikian pula pendapat Irwawan Poedjadi, salah satu teman John. Ia bahkan tidak dapat menahan tangis saat menceritakan pengalamannya saat melihat kondisi sahabatnya yang masih terjebak di mobil.

Irwawan Poedjadi: Saya kaget, itu mobil udah tidak berbentuk. Ternyata, pengendaranya tuh udah nggak ada di tempat duduk, yang saya lihat adalah Saudara John dia ada di bawah kursi. Jadi, dia di bawah, tidur. Nah, Dia masih terikat ke seatbealt dan kursinya udah terpental ke mana. Dan dia tidak bisa dibuka, dan ini (perlu) cukup waktu kira-kira hampir 20 menit untuk (seatbealt) dia itu dibuka, dikeluarkan dari dalam. Saya teriak-teriakin, hei John, bangun. cuman.. bangun… bangun… bangun.. dan saya nangis. Terus seingat saya lagi, dia nggak… (menangis).

Namun, John tidak menyadari seberapa dasyat kecelakaan itu akan mempengaruhi hidupnya. Ia baru tersadar setelah berada di rumah sakit.

John Winata: Saya bangun, saya sudah di rumah sakit. Saya bahkan tidak merasa bahwa leher saya ini tulangnya patah. Saya masih pikir, kenapa saya ini pakai collar yang mengikat leher saya ini. Saya pikir, saya mau bangun, saya usahakan mau bangun. Ternyata, saya nggak bisa bangun. Yang kata orang kalau pusing itu tujuh keliling, itu bener. Itu ruangan seperti keliling, saya seperti naik pesawat, muter-muter manuver gitu. Saya baru tahu kalau saya itu mengalami kecelakaan.

Nyawa John masih tertolong, meski sempat mengalami koma selama 24 jam. Namun, ia harus mengalami patah tulang leher, pergeseran tulang pinggang bahkan tempurung kaki kirinya terlepas. Kepalanya pun diberi penyangga agar tulang leher John bisa masuk kembali. Dokter pun memberikan diagnosa yang sangat mengguncangkan John, yaitu bahwa ia akan lumpuh seumur hidup.

John Winata: Dan waktu itu, kaki kiri saya, dari mulai paha sampai ujung kaki itu mati rasa, sama sekali mati rasa. Bahkan saya, ininya (kepala) sudah dibaut, ditarik, untuk membenarkan tulang saya ini.

Kecelakaan itu akhirnya memberikan hikmah kepada John. Ia pun sadar bahwa meski hidupnya tidak berkenan di hadapan Tuhan, Tuhan tetap mengasihi John. Sementara itu, di Indonesia, orang tua John meminta dukungan doa dari teman-teman gerejanya.

John Winata: Papa saya bilang, kamu tahu nggak, ini satu gereja doain kamu terus-menerus setiap malam, doain saya terus. Saya langsung merasakan, saya yakin kalau Tuhan campur tangan, karena saya nggak tahu mau andalkan siapa lagi. Tetapi, Papa saya cukup menguatkan saya, kamu pasti sembuh. Kalau Tuhan mau menyembuhkan kamu, kamu pasti sembuh. Di situlah saya, setiap malam, saya mau tidur, saya berdoa. Di situ saya lebih inget sama Tuhan. Dan di situ saya baru belajar, saya baru tahu kalau doa itu begitu kuat, begitu luar biasa.

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat membuat harapannya bangkit. Semangat John untuk sembuh dari lumpuh dibuktikan dengan melatih otot-otot kakinya. Setelah satu setengah bulan dirawat di Australia, John pulang ke Indonesia. Sesampainya di bandara, ia disambut oleh kedua orang tuanya. Sambutan keluarganya itu membuat John terharu dan semakin merasakan kebaikna Tuhan.

John Winata: Saya orang yang dulunya sangat bandel, boleh dikatakan, tidak pernah nangis, tetapi ketika itu, ibu saya berdiri di depan pintu, menerima saya. Ibu saya nangis, dan saya waktu itu, saya juga nangis. Sampai sekarang pun saya masih ingat. Saya nangis bukan karena lihat ibu saya nangis, tapi saya menganggap ibu saya yang melahirkan saya yang melahirkan saya aja nangis, apalagi Tuhan yang menciptakan saya. Karena, saya percaya ini bukan cobaan dari Tuhan, karena saya lari daripada Tuhan. Tuhan justru sayang sama saya, makanya saya dipelihara.

Keyakinan itu juga yang membuat John semakin bersemangat untuk sembuh. Ia pun berusaha melatih otot-otot kakinya.

John Winata: Saya nggak boleh menangis, diam, menangis kepada Tuhan. Ya nggak boleh. Saya harus berjuang. Saya berjuang. Di saat itu, saya menyerahkan bener-bener 100% kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi, terserah deh. Pokoknya, saya mau sembuh.

Setelah melalui terapi dan proses yang panjang, John mulai merasakan perubahan pada kakinya. Iman dan ketekunannya membuahkan hasil. Saat ia kembali melakukan check up di Australia, dokter yang dulu menanganinya kaget karena John sudah bisa saya bisa berjalan bahkan berlari. Dokter itu mengakui kesembuhan itu merupakan hal yang tidak lazim dan merupakan keajaiaban. John menanggapinya dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus lah yang menyembuhkan dia.

Tak hanya dokter yang menanganinya di Australia, sahabatnya pun tak percaya melihat kesembuhan John.

Irwawan Poedjadi: Pada saat di rumah sakit di sana, dokter-dokter di sana tidak pernah percaya penyembuhannya dia lebih cepat daripada halnya orang yang normal. Itu nggak tahu itu mujizat Tuhan ya. Wah saya surprise, saya teriak loh, kok bisa jalan lo?! Praise the Lord, dia bisa cepat sembuh dan jalan. Dia tidak kelihatan seperti orang cacat. Tidak pernah kelihatan dia pernah ngalamin kecelakaan dan dia gemuk sekarang, hidupnya senang.

Setelah mengalami kesembuhan, John pun meninggalkan pekerjaannya sebagai manager tim reli pada tahun 1998. karena, menurutnya pekerjaan itu banyak menyita waktunya di hari Minggu. Ia pun memulai usaha di bidang periklanan. Selain itu, ia pun melayani Tuhan dengan menjadi pemain drum di gereja.

John Winata: Orang yang hidup di dalam Tuhan, pasti mengalami mujizat besar.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5)

dari : http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/04/30/iman-yang-mengalahkan-kelumpuhan/

Kesaksian Y. Roni (Palembang)

Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten.

Sebab rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam!….

Setelah keluarga kami pindah ke Bandung, maka saya dimasukkan ke Pesantren YPI (Yayasan Pesantren Islam) Jln. Muhammad 16 Bandung yang dipimpin oleh Bapak K.H. Udung Abdurahman.

Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai:

(1) Ketua Umum SEPMI(Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung.

(2) Ketua I SEPMI Wilayah Jawa-Barat….

(3) Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat ….

(4) Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam indonesia, Cabang Bandung.

(5) Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung….

(6) Ketua seksi Dawah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia WIlayah Jawa Barat.

(7) Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) wilayah Jawa Barat.

(8) Salah satu anggotak pimpinan DPHD(Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI.

Saya aktif dengan gigih memperjoangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat.

Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan rohani, dan hidup saya selalu gelisah karena rohani saya tidak mendapat ketenangan, bahkan diliputi tanda tanya tentang “Kepastian Keselamatan”.

Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat “Damai Sejahtera” dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat…..

Mengapa saya tertarik pada Kristen?

Saya merasa perlu menjelaskan sebab-sebab saya tertarik kepada Kristen. Apa sebabnya Kristen itu, demikian menarik, dan apa daya tariknya, sehingga saya rela melepaskan agama Islam yang saya anut sejak dari turun temurun, dan pindah ke agama Kristen…..

Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana sering diduga oleh sementara orang atau pihak orang luar bahwa orang-orang pindah ke agama Kristen, disebabkan bujukan-bujukan materi. Dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pandangan-pandangan seperti ini sungguh sangat keliru!…..

Yang benar, ialah karena “Panggilan dari Tuhan Yesus”, secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendakiNya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan “Kepastian Keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Al Kitab.

Secara terperinci saya uraikan sebagai berikut:

A. Pertobatan dari Dosa:

(A) Soal Dosa:

Dosa yang menyerang dan melekat pada manusia tanpa terkecuali, tiada satu manusiapun yang terluput dari dosa. Dan dosa dari dahulu sampai sekarang tetap sama… Apa itu dosa sehingga memberatkan manusia?…

(1) Asalnya Dosa.

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam bujukan Iblis, maka manusia telah hilang segala kemulian Allah yang ada padanya. Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa karena melanggar perintah Allah.

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan ALlah. Ular itu berkta kepada perempuan itu:”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buah nya bukan?…”

“lalu sahut perempuan itu kepada ular itu:

“Buah phon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi ALlah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

“Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia dan suaminya memakannya” “Maka itulah dosa manusia yang pertama dan akibatnya besar lagi hebat dan hukumannya segera datang. Sebab Adam dan Hawa telah memperoleh sifat-sifat yang suci dari Allah maka dosa itu datangnya dari luar mereka.

Asalnya dari Iblis dengan perantaraan ular.

Dengan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka segala sifat-sifat yang suci dari Allah itu telah hilang, karena itu mereka mendapatkan dirinya telanjang, setelah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan tersebut.

(2) Dosa Warisan

Semua orang telah lahir di dalam dosa, maksudnya manusia itu cenderung atau mempunyai tabiat-tabiat dosa, atau karakter dosa, inilah maksud dosa warisan.

Dulu saya menyangka bahwa dosa warisan itu adalah dosa turunan dengan pengertian; dosa bapak kita, kitalah yang menanggungnya, atau dosa kita, anak kitalah yang menanggungnya. Bukan ini maksudnya dosa warisan! Maksud dosa warisan ialah kecenderungan manusia berbuat dosa atau pengaruh dosa itu telah mempengaruhi hidup manusia turun temurun, tabiat-tabiat dosa melekat pada manusai antara lain; menentang kepada Allah, berontak kepada segala perintah-perintahNya, itulah sifat-sifat manusia. Buktinya dosa bohong, sejak kecil tidak ada yang mengajari bohong, namun manusia sudah pandai berbohong. Siapakah manusia yang tidak pernah berbohong?

Itulah pengaruh dosa yang melekat pada manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan pengaruh itu terus diwarisi oleh manusia turun temurun. Dan manusia tidak bisa keluar dari dosa ini dengan segala ikhtiar dan usahanya sendiri.

Contohnya: orang yang jatuh ke dalam lumpur, makin dia berusaha sendiri, makin orang itu masuk lumpur lebih dalam, itulah sebabnya manusia yang berusaha sendiri, terkecuali ada orang lain yang menolongnya di luar lumpur itu, barulah dia dapat keluar dari dalam lumpur itu. Orang yang dapat menolong kita keluar dari lumpur dosa ialah satu-satunya, Yesus Kristus!

“Sebab semua orang telah berdosa!

“TIdak ada yang benar, seorangpun tidak.”

“Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!”

(3) Hakekat dosa:

DOsa harus ditanggung oleh manusia-manusia harus menanggung segala kesalahaan-kesalahannya.

“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati!” Karena itu manusia berusaha akan menghapus dosanya dengan berbagai cara, namun sia-sia, sebab pasti manusia itu jatuh lagi, jatuh lagi, dan tidak luput dari dosanya.

Hakekat dosa terletak di dalam hati manusia, bila hatinya busuk, dia lebih berdosa dari apa yang bisa dilihat oleh manusia secar lahiriah. Dan saya sependapat juga dengan pengajaran Ki Agen Suryomentaram, bahwa segala sesuatu kebaikan atau kejahatan terletak pada hati manusia!

Hanya Yesus Kristus yang dapat menyucikan manusia dari segala dosanya!. “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

Sebab itu manusia hidupnya tidak ada damai, disana-sini terjadi kekacauan karena dosa. Manusia berkeinginan berbuat baik namun tidak pernah terlaksana, disebabkan dorongan hawa nafsu lebih menguasainya. Keinginan daging lebih menguasai manusia, daripada keinginan Roh Kebenaran.

“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Sebab perbuatan dosa itulah keinginan daging, nafsu manusia yang melekat pada tabiat manusia. Keinginan daging, kata-kata Yunaninya Sarx, maksudnya keinginan hawa nafsu manusia yang tidak dapat dilepaskan oleh manusia itu! “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Itulah hakekat dosa yang tidak bisa dihindar oleh manusia, dan apa akibatnya.

“Sebab upah dosa ialah maut”

Dosa inilah menjadi pemikiran dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan saya yang ingin mencari kebenaran, dan ternyata hanya dalam Yesus saja ada jalan keluar dari lingkaran dosa!

(B) Soal pertobatan:

Bertobat adalah bukan hanya kesediaan manusia, tapi juga karya Allah. Jadi kesediaan manusia dan kehendak Allah harus berpadu menjadi satu. Bertobat adalah ajakan Allah kepada kita.

“Waktunya telah genap; Kerajaaan ALlah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”…. dan tawaran Allah harus disambut oleh manusia “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Sebab Allah datang buat orang-orang berdosa.

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Saya merasa orang berdosa yang amat sangat, hidup saya dulu penuh dengan kemunafikan, kenajisan dan kekotoran. Biarpun orang memandang secara lahiriah saya beragama dengan baik, namun hati saya busuk dan kotor, karena pengaruh dosa yang sudah melekat pada manusia. Saya telah berulang kali, berusaha sekuat tenaga untuk hidup berbuat baik, namun hati saya gelisah, tiada damai, karena itu saya tertarik kepada Tuhan Yesus yang dapat menebus dosa saya dengan pasti,seperti firmanNya.

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Setelah saya menerima Yesus dalam hati, dan bertobat padaNya, maka hati saya ada damai, karena kepastian yang sepasti-pastinya dosa saya diampuniNya, dan saya menjadi orang yang berbahagia, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Itulah saya merasa tertarik pada Yesus, yang begitu menjamin bahwa dosa saya sudah dihapuskan dengan pasti. Dan saya merasa tidak ada lagi yang dapat menjamin begitu pasti selain Dia ialah Yesus Kristus!

(B) KEPASTIAN KESELAMATAN (HIDUP YANG KEKAL)

Terus terang saya katakan bahwa sebelum saya masuk Kristen, diri saya selalu diperhadapkan oleh pertanyaan yang timbul dalam hati saya: ‘Pastikah saya masuk sorga?’ Sebab tidak ada kepastian yang menjamin bahwa ‘pasti selamat’ dan bila mati kelak ‘Pasti masuk sorga’. Semua hanya mengira-ngira saja, bila berbuat ini dan beramal itu, maka kelak mudah-mudahan masuk sorga. Atau sorga itu, soal bagaimana nanti masuk sorga seperti dapat lotere saja!

Namun dalam Kristen, Yesus menjamin dengan pasti!

“Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.” Yesus datang ke dunia menawarkan keselamatan yang pasti bagi manusia, sebab apa? Dia-lah Juru Selamat.

(1) Juru Selamat:

Yesus Kristus, dari namaNya saja sudah menandakan DIa sebagai ‘Juru Selamat’ (Pelepas). Yesus dari bahasa Ibrani “Jusa”, Isa dari bahasa Arab ‘Ja’su’ berarti Pelepas atau Juru Selamat.

Sang Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak ketika manusia jatuh di dalam dosa. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya” (Kejadian) Benih perempuan yang menjadi musuh si ular adalah Yesus. Bahwa benih perempuan itulah yang akan mengalahkan Iblis dan menyelamatkan manusia dari dosa, dari hukuman Allah. Karena itu kelahiran Yesus ke dunia ini adalah kelahiran Sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas)

Dan Juru Selamat ini telah dijanjikan ALlah sejak dahulu kala dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan!. “Aku, AKulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu”(Yesaya)

“Tetapi Aku adalah TUhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juru selamat selain dari Aku.” (Hosea)

Benar! hanya Tuhan saja yang datang menjadi Anak Manusia sebagai juru Selamat manusia. Sebab manusia sesama manusia tidak bisa menyelamatkan, bahkan justru sering terjadi sebaliknya, seperti kata pepatah mengatakan:’Homo Homini Lupus’ manusia yang saya akan menjadi serigala terhadap manusia lainnya.’ Karena itulah Yesus-lah Juru selamat dunia. “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar DIa dan kami tahu, bahwa DIalah benar-benar Juru Selamat dunia.” “Dan kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juru Selamat dunia.”

Dan Yesus-lah Juru Selamat untuk semua manusia, inilah tawaranNya, tidak terbatas siapa saja yang mau percaya, dan juga Dia tidak memaksa. Kenapa saya begitu tertarik dan yakin bahkan haqqul yakin pada Juru Selamat adalah Yesus, saya illustrasikan sebagai berikut: “Seandainya ada orang yang mengajak dan menawarkan saya pergi ke negeri Amerika Serikat. Orang yang mengajak ini secara pribadi tidak diragukan kejujuran nya dan kesetiaannya dan kebaikannya buat mengantar saya ke AS, namun sayang pengantar itu sendiri belum pernah ke Amerika. Tapi sekarang Presiden AS Jimmy Carter menawarkan kepada saya untuk berkunjung ke Amerika. Saya pribadi akan memilih tawaran Presiden Jimmy Carter, sebab beliau orang Amerika, tahu seluk beluk Amerika, dan berkuasa di sana, jelas tidak akan kesasar lagi, pasti saya sampai di Amerika dengan pasti. Begitu juga ke sorga, saya menerima tawaran Yesus, dan pasti ke sorga! kenapa? Sebab Yesus datang dari sorga, Pemilik sorga, dengan sendirinya barang siapa menerima ajakanNya pasti sampai ke sorga!

(2) Keselamatan:

Keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus adalah keselamatn yang pasti, sesuai dengan janjiNya. “AKulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku (Yesus), ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar menemukan padang rumput.” “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan sekarang janjiNya itu ada pada firmanNya yang disebut Injil, dan Injil itu adalah berita keselamatan, Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, “Sebab aku (Paulus) mempunyai keyakinan yang kokok dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Hanya Yesus-lah yang dapat menjamin memberikan keselamatan yang pasti. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusaia yang olehNya kita dapat diselamatkan.”

Keselamatan yang pasti inilah membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti.

Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk sorga atau tidak. Tapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di Sorga bila saya dipanggilNya kelak.

C. KELAHIRAN BARU :

Tentang ajaran mengenai “kelahiran baru”, barulah dalam Injil saya dapati pelajaran ini, sejak dulu belum pernah saya mendengar dan ketahui. Rupanya ajaran tentang kelahiran baru, adalah kunci dari kehidupan iman Kristen! Pantas saja! dahulu saya berkeinginan hidup selalu suci, hidup dalam kebaikan, tapi nyatanya tidak bisa, disebabkan tabiat dosa itu menguasai hidup saya. Tapi hidup dalam Kristus, kita menjadi “hidup baru”, karena kita harus dilahirkan kembali.

“Yesus menjawab, katanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Dilahirkan kembali, berarti dilahirkan oleh air dan Roh.

“Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Maksudnya adalah air baptisan dan pengurapan Roh Kudus!

(1) Baptisan:

Ialah sebagai materai, atau sebagai simbol bahwa seseorang sudah menjadi kristen karena percaya kepada Allah, dalam Kristus. “jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Air Baptisan itu hanya simbol saja, tapi baptisan itu sendiri berarti menanggalkan cara hidup kita yang lama, mematikan “ego” atau “aku” kita dan hidup yang baru di dalam Kristus, hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, karena itu baptisan bukan dengan air saja tapi dengan kuat kuasa Rohul Kudus.

(2) Hidup di dalam Roh:

Hidup yang lama adalah hidup di dalam kedagingan, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraaan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”

Sedangkan hidup yang baru adalah hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, dan hidup itu berbuahkan Roh yaitu, “Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh.”

Berarti yang menguasai hidup baru bukan lagi “ego” atau “aku”nya, tetapi Roh Allah itu bertahta di dalam hati, di dalam seluruh kehidupan, hidupnya sehari-hari.

Sehingga yang menguasai hidupnya bukan “ak”nya lagi, tapi Kristus, sebab “aku”nya sudah turut disalibkan, mati, ketika Kristus disalibkan, dan sekarang yang hidup adalah Kristus.

“supaya aku hidup untuk ALlah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.”

Dan hidup baru, berarti ada perubahan di dalam Kristus, perubahan itu ada yang sekaligus, dan ada yang bertahap, dan itu adalah pekerjaan Roh Allah, misteri Ilahi.

Sedikit saya bersaksi tentang kelahiran baru ini, yang saya alami secara pribati; ketika saya bertobat dan dibaptis, saya belum lahir baru secara total, yaitu “ego” saya masih menguasai hidup saya. Baru di dalam tahanan saya merasa ada perubahan yang total oleh Rohul Kudus, lahir baru 100 prosen. Sehingga Jusuf Roni yang lama telah mati, tapi sekarang yang hidup adalah Kristus.

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi”. “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”. Itulah hikmahnya selama saya di dalam tahanan. Penjara itu secara rohani saya anggap sekolah Tuhan buat mendidik saya, tapi bukan berarti secara hukum saya mentolelir penahanan yang berlarut-larut boleh dibiarkan!

Dan juga salah-lah pendapat bahwa dengan menahan saya berlarut-larut bisa mengubah iman Kristen saya, karena iman percaya itu datangnya dari Tuhan, maka justru iman Kristen saya bertambah-tambah! (note: di dalam penjara dan dalam penderitaan yang sulit inilah, Jusuf Roni pernah merasakan dirinya benar-benar dibawa pergi ke atas dan bertemu dengan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Ia diperlihatkan Sorga yang indah itu oleh Tuhan Yesus, sebenarnya ia tidak ingin kembali, namun Yesus menyuruh dia kembali untuk menjadi saksiNya.)

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Perkara kelahiran baru ini adalah perkara rohani, hendaknya dengan mata rohani pula barulah kita dapat mengertinya, dan berbahagialah orang-orang yang mata

rohaninya dicelikkan oleh Tuhan.

“Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”

D. KASIH:

Ajaran tentang Kasih di dalam agama Kristen adalah menempati pusat pemberitaan dalam firman Allah.!

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palin gbesar diantaranya ialah kasih.”

Sebab karena Kasih Allah juga, maka manusia beroleh keselamatan, hidup yang kekal, oleh sebab itu manifestasi iman Kristen adalah di dalam mengasihi sesama manusia. “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh Kasih” Karena kasih Allah itu terlebih dahulu, maka yang percaya beroleh keselamatan.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia itu, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kasih Allah itu tidak terbatas, dan sangat besar, dan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita baru dapat mengasihi dan mempunyai kasih, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahuli mengasihi kita” Karena itu kewajiban sebagai orang Kristen untuk memanifestasikan kasih Allah itu di dalam sikap hidupnya sehari-hari. Oleh sebab itu apabila gereja memberikan bantuan materiil atau aksi-aksi sosial, hal ini bukanlah dalam rangka untuk mengubah iman orang yang diberi bantuan, namun untuk melaksanakan ajaran tentang kasih, dan menyaksikan kasih Allah itu kepada manusia siapa saja tanpa pilih bulu, karena Allah mengasihi seluruh dunia.

E. Pekabaran Injil:

Pekabaran Injil adalah merupakan suatu keharusan dalam ajaran Kristen, karena ini merupakan perintah Tuhan yang tidak dapat tawar-menawar, sesuai dengan (SK) Tuhan nomor 28 yaitu Injil Matius pasal 28 ayat 18,19,20 sebagai berikut:

“Yesus mendekati mereka dan berkata:”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu Kristen adalah agama missioner atau agama da’wah, yang mempunyai kewajiban buat memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Namun patut diketahui hal ini bukanlah Kristenisasi, sebab Pekabaran Injil mengandung maksud ialah tiga bagian;

(a) Informasi : Memberikan penerangan dan pemberitaan tentang iman kristen, tentang jalan keselamatan kepada siapa saja, agar orang tahu bahwa Yesus adalah Juru Selamat

(b) Persuasi : Menjawab setiap pertanyaan dari siapa saja yang ingin bertanya atau mempertanyakan tentang Yesus Kristus itu, sesuai apa yang ada dalam AlKitab.

(c) Edukasi: Mendidik umat Tuhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan.

Hal ini jelas tidak ada Kristenisasi, sebab untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus bukanlah hasil pekerjaan manusia, bukan juga hasil penginjil atau pendeta, namun adalah pekerjaan Tuhan, atau pekerjaan Rohul Kudus itu sendiri di dalam hati manusia, yang dipilihNya agar selamat!

Demikianlah apa sebabnya sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan pada keterangan diatas, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!.

Banyak orang menduga mustahil, saya percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada mustahil.

“Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”.

KESAKSIAN

Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.

Untuk lebih jelas saya uraikan sebagai berikut:

A. Kedudukan Kesaksian:

Kesaksian adalah inherent dari identitas Kristen, merupakan suatu kewajiban yang mutlak, keharusan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab kesaksian merupakan realisasi dari pengakuan iman percaya ke-Kristenan, sebagaimana dalam firman Tuhan.

“Setiap orang yang mengaku Aku(Yesus) di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya didepan BapaKu yang di sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku didepan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang disorga.”

TIdak ada pilihan lain bagi seorang Kristen untuk bersaksi tentang iman percayanya. “Tetapi kami juga *harus bersaksi*, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”

Kata-kata “harus bersaksi” saya garis bawahi, menunjukkan suatu kewajiban yang mutlak. Untuk itu saya tidak berbuat lain, selain harus konsekwen melaksanakan firman Tuhan ini.!

B. Maksud dan Tujuan Kesaksian:

Maksudnya ialah menceritakan segala perbuatan Allah, apa yang telah Allah lakukan terhadap kita, bahwa kita telah diselamatkan dari kematian yang kekal. Dari hasil pergumulan itu, dalam mencari kebenaran yang hakiki, maka Yesuslah kebenaran yang sejati, itulah perbuatan Allah yang ajaib! “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan

segala perbuatanMu yang ajaib” Pulanglah kerumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!

Dengan kesaksian itu kita menjadi saksi Tuhan.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.”

Bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Menjadi terang dunia berarti supaya orang lain tahu, dan menerangi manusia-manusia lainnya, dalam hal ini terkandung makna tentang mengabarkan kepada orang lain.

Jadi tujuannya ialah memberikan kekuatan impian percaya terhadap sesama saudara seiman agar iman yang lemah dikuatkan, dan yang kuat makin bertambah-tabah, sehingga tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

Bersaksi berarti menerangi, menerangi berarti juga menegur yang didalam kesesatan, dan apabila yang beriman tidak menegur, maka sangsinya bagi yang tidak menegur ialah hukuman Allah,

“Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawab atas nyawanya daripadamu.”

Oleh dasar-dasar itulah saya berkeharusan bersaksi, menceritakan pengalaman pergumulan di dalam mencari kebenaran yang hakiki, sampai saya mendapatkannya, bahkan mendapat jaminan “Keselamatan” yang pasti di dalam Kristus Yesus!

Pendahuluan beton bertulang

Material beton bertulang

dibaca ya jangan hanya dilihat saja dan dipelajari juga

NAMA-NAMA ALLAH

Sebutan – Sebutan Allah.:

1. Adonai (Tuhan atas semua tuhan).
Maz 39:7; 54:4; 71:5; Yes. 6:8; Yez. 18:25; Luk. 6:46.

2. Elohim (Allah yang esa).
Kej. 1:26.

3. El Elyon (Allah yang maha tinggi).
Bil. 24:16; 2 Samu. 22:14; Maz. 18:13.

4. El Olam (Allah yang kekal).
Kej. 9:16; Yoh 3:16.

5. El Roi (Allah yang maha tahu).
Maz. 139:1,2,7.

6. El Shaddai (Allah yang maha kuasa).
Kej. 17:1-2; Kel. 6:13; Ayub 40:2.

7. Jehovah Jireh (Allah yang menyediakan).

8. Jehovah Mekkadesh (Allah yang menyucikan).
Kel 13:2; Imamt 19:2; Rom. 12:1; 1 Petr. 1:15-16.

9. Jehovah Nissi (Allah adalah panji-panjiku).
Kel. 14:13; Ulang. 20:3-4; Yes. 13:2-4.

10. Jehovah Rohi (Allah adalah gembalaku)
Maz. 23:1-4; Yes.40:10; Yoh.10:11.

11. Jehova Rapha (Allah adalah penyembuhku).
Bil.12 :13; Maz.103:2-3; Yer.3:22; Mat.4:23; Luk.4:18)
12. Jehova Sabaoth (Allah semesta alam).
1 Sam.1:3; Yer.11:20.

13. Jehovah Shalom (Allah adalah kedamaianku).
Bil.6:24-26; Mat.11:28-29; Yoh.14:27; Rom.5:1.

14. Jehovah Shammah (Allah ada di sana).
Kel.33:14-16; Yes.63:9; Mat.28:20; Yoh.1:14.

15. Jehovah Tsidkenu (Allah adalah kebenaranku).
Ul.32:4; Maz. 89:14; Kis. 3:14; Rom.3:20; 2 Kor.5:21.

10 Langkah Praktis untuk mewujudkan menjadi seorang Pahlawan Allah :

1. Katakanlah pada dirimu : “Aku seorang pahlawan Allah

2. Seorang pahlawan sudah pasti akan selalu mengambil posisi sebagai prajurit yang mengatasi berbagai kelemahan hidup yang dia hadapi dan yang orang lain alami

3. Seorang pahlawan, mampu mendeteksi dengan cepat, berbagai tipu muslihat dari musuhnya, dan secepat mungkin segera mengatasinya dengan berkemenangan.

4. Seorang pahlawan, selalu mengambil inisiatif untuk aktif merespon dengan benar, walaupun orang disekitarnya menjadi pasif.

5. Allah sudah memberikan kuasa dan kekuatan yang luarbiasa di dalam diri kita untuk hidup berkemenangan.

6. Allah telah memposisikan kita, menjadi anak-Nya yang sah untuk menjadi ahli waris kerajaan-Nya; Apa yang kita miliki? yang pertama adalah janji2 atas Firman-NYA. Ini sungguh sangat luarbiasa dahsyatnya.

7. Bertindaklah dengan kuasa! Karena engkau sebenarnya telah memiliki kuasa Tuhan.

8. Berkatalah dengan wibawa Tuhan, karena engkau memang telah mremiliki perkataan Firman-NYA.

9. Setiap persoalan dan masalah yang engkau jumpai, adalah kesempatan yang sedang diperhadapkan Tuhan kepadamu, untuk menyatakan kemenangan melalui kuasa-NYA! Yes… Itulah pilihannya!

10. Berjalanlah dalam kuasa mujizat… Karena kita telah memiliki kuasa itu, tumpangkanlah tanganmu atas orang sakit, dan oramg itu akan sembuh!

GO EXTRA MILES!

Belajar Mengasihi Tuhan ??
satu kata yang sulit bagiku, tapi bagi Tuhan tidaklah sulit…. kenapa ? ya karena aku hanya bisa mengasihi Dia, ketika Dia sendiri yang memberi kekuatan kepada aku.

aku merasa sulit karena aku mengandalkan diriku sendiri, padahal Karena kasih Karunia_Nya saja aku bisa mengasihi Tuhan

saat aku merasa bahwa aku mengasihi Tuhan, aku semakin sering membuat Tuhan sedih, kenapa ?? sekali lagi karena aku mengandalkan diriku sendiri, merasa kuat dan dapat bertahan… padahal itu hanyalah bagian dari kesombongan ku sendiri

hari kemarin, aku merasa bahwa aku bisa mengasihi Tuhan dengan diriku sendiri. tapi apa yang terjadi dalam hidupku? aku semakin sering jatuh dalam dosa.. setelah minta ampun dan bangkit, aku jatuh lagi dan begitu seterusnya.. sampai aku berhenti pada satu titik… dan aku berkata dalam hatiku…. Tuhan.. Tuhan… mengapa terlalu sulit bagiku umtuk mengasihiMu?? mengapa Tuhan ?? mengapa?? aku hanya menangis dan menangis…

saat itulaah Tuhan menjawab aku… anak-Ku.. kamu mengasihi Aku dengan kekuatanmu sendiri..
aku hanya bisa berserah saat itu.. lalu aku sadar bahwa Dia mau aku untuk menyerahkan semua kekuatan dan pengandalanku kepada Dia..

aku berdoa ” Tuhan aku gak tau lagi bagaimana harus mengasihiMu.. akhir2 ini aku merasa bisa mengasihi Tuhan, tetapi aku jatuh bangun lagi dalam dosa yang sama.. Tuhan, Bapa… aku menyerah.. aku mau serahkan semua pengandalanku kepada Mu.. aku mau Tuhan ajari aku.. aku mau Roh KudusMu yang membimbing aku dan menuntun aku di jalanMu yang benar… Tuhan bersihkanlah aku… ampuni kalau aku mengandalkan diriku untuk mengasihiMu selama ini…. hari ini aku memilih untuk tinggal dalam Kasih KaruniaMu dan belajar padaMu bagaimana menagsihi Engkau dengan hti yang murni dan motivasi yang kudus… Roh kudus tolonglah… thanks God. Amin..”

setelah aku berdoa, aku mendapat kekuatan yang baru dan merasa damai sejahtera… hari-hariku berubah dan gaya hidupku mulai Tuhan pulihkan.. juga karakter-karakterku yang lama.. semua Tuhan gantikan pelan-pelan… aku mulai sadar dan tahu bahwa hanya Roh Kuduslah yang memampukan aku untuk hidup yang berkenan di hdapan Bapa di surga… Thanks God….

hari-hari ini aku mau belajar lagi sama Tuhan untuk semakin bergairah lagi mengasihi Dia dan semakin lagi menjadi pemburu Tuhan… (kesaksian saat teduh aku ….. Jumat, 5 Mei 2009)

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.. akuilah Dia dalam setiap langkah hidupmu.. maka Ia akan meluruskan jalanmu..”

Saya adalah seorang mahasiswa ITB dan sekarang sedang menjalani perkuliahan di semester 5 tingkat tiga jurusan Teknik Sipil. Nama saya adalah Franklin Kesatria Zai. Saya dilahirkan di kota Medan yang indah dan latar belakang keluarga saya terkenal cukup baik dengan menganut “Agama Kristen Protestan” secara hukum. Ayah saya menjabat sebagai penatua di gereja saya di Medan, dan sekarang juga masih menjabat sebagai penatua (Satuan Niha Keriso dalam bahasa niasnya) sejak keluarga kami pindah ke pulau Nias tahun 2002 yang lalu. Ibu saya juga terkenal cukup baik dilihat dari jabatannya sebgai wakil penatua juga di gereja sebgasi pendamping dari ayah saya. Saya cukup bangga dengan keadaan keluarga saya seperti ini. Sejak kecil saya dikenal rajin pergi ke gereja tiap minggu, aktif di persekutuan, aktif mengikuti paduan suara gereja, dan segala aktifitas yang ‘berbau” rohani. Itu semuanya saya lakukan di atas semua ketidakmengertian saya, mengapa saya melakukan hal itu, dan juga hanya atas dorongan dari keluarga saya, sehingga saya melakukan itu seolah-olah aktifitas rutin saja seperti kegiatan saya sehari-hari (makan, minum, dan sebagainya). Tetapi apa yang dilihat manusia itu hanyalah rupa tetapi Allah melihat hati (1 samuel 16:7). Ya, saya hanyalah seperti robot yang dikendalikan aktifitas rohani yang saya lakukan dulunya. Dibalik semua aktifitas yang saya lakukan, saya menyadari bahwa hidup saya sebenarnya hancur dan untuk menutupi rasa malu dan hancur itu saya melakukan aktifitas-aktifitas yang ‘baik’ dihadapan manusia, tetapi tidak dihadapan Allah.

Saya mengalami kehancuran hati sejak kecil oleh karena diri saya sendiri, keluarga saya dan juga termasuk teman-teman (lingkungan pergaulan) saya. Saya terlahir dengan keadaan lemah sebagai seorang pria, dan itu didukung dengan kondisi keluarga saya dimana saya melihat mama saya yang seolah-olah memerintah atas keluarga saya dan ayah saya seperti tidak menunjukkan seorang ayah yang dipikiran saya “macho”. Jadi saya sejak kecil menjalani hidup di bawah otoritas keluarga khususnya mama saya. Saya memiliki seorang saudara perempuan, kakak saya, yang waktu itu sering sekali bertengkar dengan dia dan dia selalu yang menang, sehingga saya menganggap diri saya ini seorang pria yang lemah. Tidak hanya di situ saja, bahkan di pergaulan saya dengan teman saya sejak dari SD sampai SMA pun saya dijuluki seorang pria yang lemah, dengan kata kasarnya disebut “banci”. Hal itu sangat membekas di hati saya dan itulah yang menjadi salah satu luka batin saya sejak kecil sebelum saya mengalami pemulihan. Sewaktu kecil juga oleh karena kenakalan saya, saya mencuri uang orangtua saya. Apa tujuannya? Ya, tujuannya supaya saya dapat jajan di sekolah, karena saya iri dengan teman saya yang sering jajan, dan saya sering menjadi peminta-minta kepada teman saya. Hal ini karena saya merasa saya kurang diperhatikan oleh orangtua saya. Sewaktu ibu saya mengetahui perbuatan saya ini, ia memanggil saya dan menghukum saya dengan sekuat tenaga. Dia menghukum saya, memukul saya pakai rotan, bahkan memijak saya dengan kakinya. Tidak sampai disitu, ia juga mengurung saya dikamar dan tidak memberi saya makan, bahkan saya mendengar bahwa ia mau berikhtiar memasukkan saya ke panti asuhan. Ia menyeret saya keluar dari rumah, sementara saya hanya bisa menangis dan tidak melawan karena waktu itu saya masih SD dan kekuatan saya tidak seberapa. Saya sangat kepahitan dengan ibu saya dan tidak terkecuali ayah serta keluarga saya. Mereka memperlakukan saya begitu kejam. Dan rasa itu terus ada sampai sebelum saya benar-benar menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat saya dan mengalami pemulihan. Sejak saat itu saya menjadi sering memberontak sama orangtua saya, bahkan mengutuki mereka kalau saya benar-benar marah (sungguh alangkah berdosanya saya ini).

Waktupun semakin berlalu dan akhirnya akupun lulus SMA, dan ikut bimbel di Bogor di tempat kakak saya. Waktu itu kakak saya sudah bertobat dan lahir baru namun saya belum mengetahuinya. Suatu hari, saat saya sedang belajar untuk persiapan SPMB, saya didatangi oleh teman kakak saya, namanya Desmon, dan ia bercerita banyak tentang hidupnya yang lama dan bagaimana ia diubahkan oleh Tuhan secara luar biasa. Saya pikir hidupnya yang lama itu tidak jauh berbeda dengan kehidupan saya, dan saya kagum melihat perubahan hidupnya. Sampai ia bercerita bagaimana ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, dan hidupnya diubahkan ia pun juga menantang saya untuk saya mau lepas dari hidup saya yang lama dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan menjadikan Dia sebagai Penguasa pribadi atas hidup saya. Waktu itu Tuhan melembutkan hati saya dan saya pun menerima Dia sebagai Tuhan Juruselamat saya. Saya didoakan oleh orang itu dan saya menangis, tetapi ada sukacita yang besar dalam hidup saya, saat say mengetahui saya diselamatkan dan menjadi manusia yang baru di dalam Tuhan. Itulah awal saya lahir baru.

Saya pun diterima masuk di ITB dan saya dimuridkan oleh seorang abang yang luar biasa di persekutuan SION, namanya adalah Daniel. Oleh karena hidupnya, kepribadian saya dibentuk. Saya diajak oleh dia mengikuti suatu retrat, dan saat saya mengikuti retreat itu saya mengalami pemulihan demi pemulihan dalam hidup saya. Saya yang tadinya membenci orangtua, keluarga, dan teman-teman saya menjadi mengasihi mereka. Pembaca dapat mengetahui, bahwa saat ini saya sangat sayang sama ibu saya dan ayah saya, bahkan saya masih mendoakan mereka agar hidup mereka diubahkan dan menerima Yesus dengan sempurna sama seperti saya yang terlebih dahulu dipanggil oleh Dia. Hubungan saya dengan orangtua saya saat ini semakin baik, bahkan kami sering bertelepon dan bercanda, dan tertawa lewat telepon hahaha. Ibu saya setiap menelepon saya selalu menasihatkan hal-hal yang baik, dan nasehat itu sangat saya rindukan dan semakin menguatkan saya dan semakin membuat saya mengasihi dia sebagai ibu yang sangat luar biasa dalam hidup saya. Saat ini pun saya bisa berkata, bahwa tidak ada ayah dan ibu yang lebih baik daripada ayah dan ibu yang telah Tuhan beri pada hidup saya. I love you my mom and my dad.

Itulah kisah bagaimana saya yang dahulunya sampah dan menganggap saya sebagai seorang yang ditolak, sekarang sudah dipulihkan oleh kasih karunia ALLAH dalam pribadi YESUS KRISTUS. Suatu berkat yang terindah saat saya boleh mengenal Kristus di kampus ITB yang luar biasa ini.

“Saya menjadi bagian dari persekutuan yang tidak memalukan.
Saya telah melangkah melewati garis.

Keputusan telah saya buat. Saya adalah murid Yesus.
Saya tidak akan berpaling ke belakang, berhenti, lamban,
mundur, atau diam.
Masa lalu saya telah ditebus, masa sekarang masuk akal,
masa depan saya terjamin.

Saya sudah selesai dan tidak lagi melakukan kehidupan
yang rendah, menyimpang, rencana kecil-kecilan,
lutut yang halus,mimpi yang tidak berwarna,
visi yang jinak, perkataan duniawi, hidup murahan,
dan sasaran yang kerdil.

Saya tidak memerlukan keunggulan, kekayaan,
posisi, sorak pujian atau popularitas.
Saya tidak perlu selalu benar, nomor satu, top,
dikenal, dipuji, dihormati atau dihargai.
Saya sekarang hidup dengan iman, bersandar pada hadiratNya,
hidup penuh kesabaran, diangkat oleh doa,
dan bekerja melalui kuasa.

Wajahku menatap kedepan, jalanku cepat,
tujuanku sampai ke surga, jalanku sempit dan kasar
Teman-temanku sedikit, Penuntunku dapat diandalkan,
misiku jelas, tidak dapat dibeli, diperdaya, atau ditunda.
Aku tidak akan menjauhkan diri dari pengorbanan,
bimbang dihadapan lawan atau bernegosiasi dengan musuh,
atau berliku-liku disimpang siuran penundaan.

Saya tidak akan menyerah, tutup mulut, atau berhenti
sampai saya dapat berdiri, tetap menimbun, tetap berdoa,
bayar harga, tetap memberitakan bagi Kristus.
Saya seorang murid Kristus.
Saya harus terus pergi sampai Dia datang,
memberi sampai habis, berkhotbah semua yang kutahu,
dan bekerja sampai Dia menghentikan saya.
Dan pada waktu Dia datang kepada milikNya,
Dia tidak mempunyai masalah terhadap diri saya-panjiku jelas.”

– – ditemukan di rumah sebuah gembala gereja di Afrika yang mati martir